Bolehkah aku bertemumu sekali lagi?
Bertemumu akan kujadikan penutup, lalu aku pergi.
Mungkin juga ada satu sarapan, makan siang dan makan malam.
Aku akan kenyang dan bahagia, lalu kita berpisah.
Tapi diantaranya, mungkin kita bisa menonton bersama sekali lagi.
Satu momen yang lebih panjang saat waktu tak terbatas, saat aku memegang erat tanganmu.
Harapanku, semua itu akan menjadi seumur hidup dan aku takkan pernah harus merelakanmu pergi.
Tapi itu tidak nyata kan?
Tak ada istilah 'satu lagi'
Kita bertemu saat semuanya baru dan menarik dan dunia terasa tak terbatas.
Kini pun masih seperti itu, untukmu, untukku. Tapi tidak untuk kita.
Di suatu tempat antara dulu dan sekarang, di sana dan di sini, kurasa kita tak hanya makin terpisah, kita makin dewasa.
Saat sesuatu pecah, jika pecahannya cukup besar, kau bisa memperbaikinya. Sayangnya, terkadang itu tak pecah. mereka hancur.
Tapi jika kau membiarkan cahaya masuk, kaca yang pecah akan berkilauan. Lalu tersinari matahari, aku akan ingat betapa indahnya itu. Itu akan selalu indah. Karena itu kita. Kita ajaib. Selamanya.
Comments
Post a Comment